Tersadar

     Aku paham, bahwa diri ini butuh pertumbuhan. Aku paham, diri ini butuh kesabaran. Aku paham, ini bagian dari proses, menuju diriku yang lebih baik. Terutama untuk syari, untukku, orang tua, sahabat serta lingkunganku.

    Teruntuk kamu, syari, sayangku. Aku sangat sangat berusaha untuk belajar menjadi diriku yang ideal buat kamu sayang. Aku berjanji, untuk menjadi lebih kuat dari segi apapun.

    Tetapi untuk hari ini, sangat berat bagiku. Keberangkatanmu, sore harimu, hingga malam yang aku berusaha untuk menjadi lebih kuat dan tidak takut akan hal-hal yang akan terjadi kedepannya. Memang, malam ini aku menjadi tidak takut, namun aku tetap butuh kamu di waktu malamku, sayang

    Aku paham, kamu berusaha memberikan yang terbaik bagi sekitarmu. Aku merasakannya saat kita bersama, sangat merasakannya. Aku benar-benar beruntung sayang, dimiliki olehmu yang sangat amat menyayangi diriku yang penuh dosa dan kekurangan ini. Bahkan, setiap kesalahan yang kuperbuat setiap hari.

    Hari Selasa 22 Desember, pagi siang sore kita dipenuhi kesalahanku. Iya, aku sadar dan meminta maaf akan hal itu. Perubahannya, yang nyata darimu, aku sudah tidak segan untuk meminta maaf sayang, egoku pun berkurang dibandingkan sebelum adanya kamu.

    Namun di waktu malam kita, dengan jarak yang ada, aku hanya ingin memandangmu sesaat sayang. Aku hanya ingin melihatmu, dan terbawa sampai mimpiku. Ya, aku meminta video call yang kau tolak karena alasan "suaranya ga kedengeran"

    Masuk akal sayang, tapi aku susah untuk menerimanya. Hatiku campur aduk. Bukan lagi karena takut, aku percaya kamu sayang, cintaku sangat besar untuk mencurigaimu yang begitu baik kepadaku.

    Tetapi jujur, hatiku campur aduk bergejolak tiada ampun. Susah sekali mengaturnya. Tetapi aku tidak mau lagi kalah dengan egoku. Aku simpan gejolak ini jauh didasar hati dan kusalurkan melalui tulisan. Ya, aku sedih sayang, sangat sedih. Aku tidak menyalahkan dirimu, aku ingin menyalahkan diriku sendiri yang masih kalah dengan hati ini.

    Namun aku ingin berproses sayang. Aku ingin menjadi lebih kuat, lebih sabar, legowo, dan aku tidak mau ketakutan terus menghantuiku. Celaan yang diberikan temanmu, penolakan video call kamu memang lah sakit. Tapi cinta telah menghantarkan kita sampai sini, aku tidak boleh kalah. Aku tidak mau kembali menjadi beban pikiranmu sayang. Aku mau selamanya untukmu

    Rasa cintaku sangat besar sayang. Namun selama ini aku banyak salah mengekpresikannya kepadamu. Doakan aku dapat menjadi lelaki sejatimu yang selalu mendukungmu dan bersabar atas kekuranganmu. Karena akupun banyak kurangnya

    Tolong jaga diri dan hatimu ya, sayang ?

Komentar